Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2009

how to ride these?

Read Full Post »

shark on bus

nail bitter

BBC “see both side”

vending machine

Read Full Post »

10 paradoxes

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
Orang kreatif memiliki energi fisik yang cukup besar karena mereka akan selalu mencoba berbagai hal dan sesuatu yang baru. Mereka akan mencurahkan semua pikiran dan energinya dalam melakukan segala sesuatu, mereka tidak akan mudah menyerah sehingga sepertinya energi yang mereka punya tidak akan pernah habis. Namun, orang kreatif terkadang diam karena mereka butuh konsentrasi untuk memikirkan kreatifitas dan inovasi apalagi yang mereka dapat ciptakan. Mereka cenderung diam ketika mengamati lingkungan sekitar dan berpikir untuk menciptakan sebuah kreatifitas baru.

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.
Tidak diragukan lagi bahwa orang kreatif pasti dia juga pintar, tetapi orang pintar belum tentu dia kreatif. Terkadang sesuatu hal yang baru dan kreatif timbul dari hasil sebuah pemikiran yang naif. Pemikiran naif yang sederhana namun dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang kreatif. Mereka yang tahu bahwa sesuatu yang naif tersebut dapat dikembangkan secara out of the box. Contohnya Thomas Alfa Edison yang dengan naifnya mengerami telur ayam dan mendapat caci maki banyak orang, namun justru karena kenaifannya yang membawa Alfa Edison berhasil menjadi seorang penemu yang sangat dielukan publik.

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.
Orang kreatif tidak dengan hanya sekali penemuan lalu berhasil menciptakan sesuatu yang kreatif. Mereka perlu menggabungkan beberapa hal, bahkan terkadang mereka melakukan kesalahan-kesalahan dalam penemuan kreatifitasnya, dari kesalahan itulah mereka dapat berhasil menciptakan sesuatu. Mereka menggabungkan kesenangan dan disiplin dalam berkreasi, mereka juga menggabungkan hal-hal yang nyentrik dan mengabaikan peraturan yang ada untuk membiarkan imajinasi nakal mereka terwujud dalam suatu bentuk kreatifitas.

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.
Orang kreatif menggunakan imajinasi dan fantasinya untuk memunculkan ide-ide baru. Mereka mencoba menggubah fantasi ke dalam bentuk imajinasi yang akhirnya akan mereka implementasikan dalam kehidupan nyata. Banyak orang yang memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dengan imajinasinya, tapi hanya sedikit orang yang mampu mewujudkan kreatif dalam imajinasi atau fantasinya ke dalam sesuatu yang real dan berguna bagi orang lain.

5. Creative people tend to be both extroverted and introverted.
Tidak ada rumus pasti bahwa orang kreatif itu extroverted ataupun introverted. Orang kreatif dalam dunia seni cenderung lebih extroverted, sedangkan orang kreatif dalam ilmu pengetahuan cenderung lebih introverted. Pada intinya, orang kreatif akan terlihat extroverted ketika dia dituntut untuk memperlihatkan kreatifitasnya ke publik, sedangkan mereka akan menjadi introverted ketika berimajinasi dengan ide-ide kreatifnya.

6. Creative people are humble and proud at the same time.
Orang yang kreatif adalah mereka yang rendah hati, namun juga memiliki rasa bangga tersendiri. Ketika seseorang sedang melakukan pengembangan terhadap ide-idenya, mereka harus rendah hati untuk menerima masukan dan kritik dari orang lain agar karyanya menjadi lebih sempurna. Dan ketika, mereka telah berhasil dengan kreatifitas barunya, mereka boleh berbangga dengan pencapaian kesuksesannya. Di tengah kesuksesannya tersebut, mereka tetap dituntut untuk rendah hati dan tidak mudah puas.

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.
Orang kreatif tidak suka dibatasi oleh apapun, bahkan oleh gender. Mereka cenderung lebih senang untuk berpikir out of the box dan diluar batas-batas yang ada. Mereka adlah orang-orang yang fleksibel dan memandang sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja.

8. Creative people are both rebellious and conservative.
Orang kreatif adalah mereka yang memberontak dan berpikir konservatif. Mereka akan memberontak untuk dapat berpikir dan berimajinasi dengan bebas tanpa dibatasi oleh apapun. Mereka tidak ingin diatur ataupun dibatasi dalam proses kreatifnya namun, mereka tetap memiliki sisi konservatif. Contohnya adalah Madonna, penyanyi yang berumur lebih dari 50 tahun tetapi masih berpenampilan nyentrik, melakukan rebellious act by kissing Britney but she is very strict conservative mother.

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.
Orang kreatif memiliki passion dan semangat yang besar terhadap pekerjaannya. Biasanya, mereka sanagt cinta dengan pekerjaaannya dan melakukannya dengan penuh semangat. Mereka bekerja dengan tidak subjektif dan tidak melihat hanya pada satu sisi saja karena orang kreatif selalu menginginkan hasil yang maksimal dengan bekerja secara objektif dan profesional.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.
Keterbukaan dan kepekaan orang-orang kreatif sering membawa mereka ke dalam penderitaan dan kesakitan, namun juga untuk banyak kenikmatan. Mungkin pada awalnya akan banyak orang yang mencemooh ide-ide kreatif yang biasanya out of the box dan susah diterima masyarakat, mereka orang-orang kreatif harus berusaha meyakinkan dan membuktikan kepada publik bahwa karyanya adalah sesuatu yang berguna. Dan ketika mereka berhasil meyakinkan banyak orang, mereka orang kreatif akan dipuja dan mendapat kenikmatan.

Read Full Post »